Kamis, 26 Agustus 2010

Muhammad Aldhira: 10 bersaudara bintang Al-Quran, resensi buku

Assalamua'alaikum
Semoga bisa menjadi inspirasi dan menambah semangat bagi kita semua.



Judul Buku : 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah
Penerbit : Sygma Publishing, Bandung
Cetakan Ke : 2
Tahun Terbit : Januari 2010
Tebal Buku : xiv + 150 halaman


Setiap orang tua muslim pasti ingin memiliki anak-anak yang hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Apalagi para kader dakwah yang sangat menyadari bahwa keluarga merupakan sasaran dakwah yang kedua; ishlahul usrah, setelah ishlahul fardi. Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini merupakan sebuah karya yang –seperti kata Ustadz Yusuf Mansur- akan menginspirasi banyak keluarga di tanah air. Ternyata membesarkan anak di masa sekarang untuk menjadi hafiz Al-Qur'an bukan sesuatu yang mustahil.

Buku ini adalah kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.

10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu adalah :


1. Afzalurahman Assalam
2. Faris Jihady Hanifa
3. Maryam Qonitat
4. Scientia Afifah Taibah
5. Ahmad Rasikh 'Ilmi
6. Ismail Ghulam Halim
7. Yusuf Zaim Hakim
8. Muhammad Syaihul Basyir
9. Hadi Sabila Rosyad
10. Himmaty Muyassarah




Afzalurahman Assalam


Putra pertama. Hafal Al-Qur'an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai peserta Pertamina Youth Programme 2007.




Faris Jihady Hanifa


Putra kedua. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.





Maryam Qonitat


Putri ketiga. Hafal Al-Qur'an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.





Scientia Afifah Taibah


Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur'an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.




Ahmad Rasikh 'Ilmi


Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur'an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.



Ismail Ghulam Halim


Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur'an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.





Yusuf Zaim Hakim


Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur'an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.





Muhammad Syaihul Basyir


Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur'an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur'an 30 juz pada saat kelas 6 SD.





Hadi Sabila Rosyad


Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.




Himmaty Muyassarah


Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an.

Dilengkapi Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman dan Fadhilah Menghafal Al-Qur'an



Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini tidak hanya berisi bagaimana putra-putri Mutammimul Ula dan Wirianingsih menjadi penghafal Al-Qur'an. Di bagian pendahuluan terlebih dahulu dibahas Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman. Meliputi pembagian Al-Qur'an, Al-Qur'an sebagai Mukjizat, Sejarah Turunnya Al-Qur'an Kodifikasi Al-Qur'an, sampai Sejarah Pemeliharaan Kemurnian Al-Qur'an.

Pada bab 5 juga dibahas mengapa menjadi hafiz Al-Qur'an begitu penting. Penulis mengklasifikasikann ya menjadi 2 bagian: fadhail dunia dan fadhail akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifdzul Qur'an merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Qur'an mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Qur'an menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orangtuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.

Apa Kuncinya?
Apa kunci sukses keluarga Mutammimul Ula dan Wirianingsih mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu? Keseimbangan proses. Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib adalah jadwal mereka berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Beberapa hal yang mendukung kesuksesan ini adalah upaya mereka menjaga kondisi ruhiyah dalam keluarga:
1. Tidak ada televisi di dalam rumah
2. Tidak ada gambar syubhat
3. Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan nasyid
4. Tidak ada perkataan yang fashiyah (kotor)

Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an adalah visi dan konsep yang jelas, yakni menjadikan putra-putrinya seluruhnya hafal Al-Qur'an. Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah Shubuh dan setelah Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Qur'an yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih batita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Qur'an di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya. Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun kebanyakan di waktu kecil mereka merasa terpaksan, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Qur'an sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Qur'an, mereka diberi hadiah.

Metode Menghafal Al-Qur'an 10 bersaudara bintang Al-Qur'an
Pada bab penutup penulis memaparkan metode yang dipilih keluarga Mutammimul Ula dalam mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an: pertama, mengajarkan membaca. Kedua, repetisi (pengulangan) . Ketiga, memilihkan mereka sekolah yang memiliki program utama menghafal Al-Qur'an. Secara khusus kedua orang tua juga senantiasa menjaga orientasi hafalan mereka. Keempat, saat menginjak usia remaja mereka dipahamkan tentang fadhilah membaca Al-Qur'an. Kelima, kedua orang tua menjadi teladan yang nyaris sempurna dalam dakwah, pemikiran Islam, orientasi tentang keluarga Al-Qur'an, dan senantiasa mendoakan mereka sepanjang waktu hidupnya.

Akhirnya, bagi keluarga muslim, terutama keluarga dakwah, kiranya buku 10 bersaudara bintang Al-Qur'an ini sangat penting untuk menginspirasi berikut menjadi referensi lahirnya bintang-bintang Al-Qur'an yang baru.

sumber: milis PPSDMS Nurul Fikri

Selasa, 24 Agustus 2010

300 ANAK BINAAN BERBURU KADO LEBARAN YATIM


24-Agustus-2010

CIREBON. Markas Polisi Militer Kota Cirebon yang berada di Jl.Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Kesambi, diserbu anak-anak binaan Rumah Zakat Cabang Cirebon, Minggu (22/8). Mereka tampak memenuhi ruangan dan tak sabar untuk menerima bingkisan.

Pasalnya, hari itu terdapat 300 Paket Kado Lebaran Yatim yang siap dibagikan kepada mereka. Sebelum paket dibagikan, kegiatan seperti perlombaan pidato, kaligrafi, hafalan Quran turut meramaikan acara dan diwarnai dengan antusiasme para anak.

Acara berlangsung pada pukul 08.00-14.00 WIB. "Senang karena bisa punya baju baru dan dapat buku bacaan di bulan puasa ini, terimakasih atas batuan Rumah Zakat," ungkap Aprilia. Hingga Minggu (22/8), Rumah Zakat berhasil menyalurkan 2.242 paket Kado Lebaran Yatim yang disebar di beberapa titik penyaluran.***

http://rumahzakat.org/detail.php?id=7104&kd=B

Minggu, 22 Agustus 2010

MAKASSAR SAMBUT PENYALURAN PROGRAM RAMADHAN


23-Agustus-2010

MAKASSAR. Penyaluran tahap ke-4 yang dilaksanakan di Empowering Center Rappokalling, Makassar, berhasil menyalurkan 150 paket Berbagi Buka Puasa, 25 paket Bingkisan Keluarga Jompo dan Pra Sejahtera, Sabtu (21/8).

“Alhamdulilah, ini penyaluran tahap ke-4 setelah tahap-tahap sebelumnya menyalurkan 150 paket Berbagi Buka Puasa, 4 paket Kado Lebaran Yatim, 10 paket Bingkisan Keluarga Jompo dan Pra Sejahtera serta 4 paket Syiar Quran,” ujar salah satu panitia penyaluran program Ramadhan.

Penyaluran di hari ke-11 Ramadhan ini membuat jalan sekitar ICD Rappokalling macet menjelang waktu berbuka. Hadir para santri TPA, ibu-ibu majelis taklim ICD dan keluarga jompo, mereka tampak tersenyum ketika tim Rumah Zakat tiba di lokasi. “Senang sekali mendapat bingkisan buka puasa ini, saya dan teman-teman bisa makan bareng,” ungkap Arif, salah satu penerima manfaat.***


Newsroom/Wahyuni Juniarti
Makassar

Jumat, 20 Agustus 2010

Laci Percaya Diri


Otak kita menggunakan mekanisme laci dalam menyimpan segala pengalaman; ada laci pengalaman sukses, laci pengalaman biasa, dan laci pengalaman gagal.

Dari pengalaman pribadi, saya temukan bahwa orang2 akan tumbuh dg rasa percaya diri yang amat besar bila mereka memiliki banyak simpanan di laci A. Mereka ndak minder & berani lantang berbicara klo ketemu ma orang2 hebat, krn mereka jg merasa punya pengalaman2 hebat.

Sebaliknya, orang dg banyak pengalaman di laci C akan jadi pribadi yang cenderung pasif & penuh keminderan. Laci terbawah ini biasanya berisi pengalaman2 gagal, dipermalukan, dikhianati, difitnah, hingga pengalaman2 traumatis. Menariknya, bukankah ini semua adl perkara persepsi & pilihan. Artinya, ndak ada yg bisa memasukkan semua pengalaman ke laci C kecuali klo kita mempersepsikan & mengijinkannya utk itu.

Sementara itu, orang2 dg banyak simpanan di laci B biasanya tumbuh jadi seorang yang peragu dalam hadapi & ambil tantangan serta pencapaian2 baru. Karena dia ndak punya referensi pendukung dari masa lalunya. Dan orang spt ini biasanya adl orang2 yang miskin aktivitas & pengalaman gagal maupun sukses, atau sekedar dia tidak menganggap penting pengalaman2 baiknya.

BINGKISAN JOMPO BAHAGIAKAN SANG VETERAN


20-Agustus-2010

MEDAN. Rumah Zakat Cabang Medan menyalurkan paket Program Ramadhan , Kamis (19/8). Sebanyak 20 paket Bingkisan Keluarga Jompo dan Prasejahtera berhasil tersalurkan. Bertempat di Empowering Kel. Sei Mati, Kec. Medan Labuhan, kedatangan Rumah Zakat disambut senyuman para penerima manfaat.

Termasuk Kartiji, ia merupakan salah satu pejuang di Sumatera Utara yang mengaku sangat bahagia dengan bingkisan yang ia terima dari Rumah Zakat. “Yang Rumah Zakat lakukan ini belum pernah saya rasakan sebelumnya, hidup saya susah terus dari dulu, tapi yah semuanya disyukurin aja," ungkapnya.

Hingga Rabu (18/8), sebanyak 468 paket Bingkisan Keluarga Jompo dan Prasejahtera ini berhasil tersalurkan di beberapa titik.***

TEBAR KADO RAMADHAN DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS


20-Agustus-2010

PONTIANAK. Rumah Zakat Pontianak untuk kedua kalinya membagikan paket Berbagi Buka Puasa kepada anak-anak di tepian Sungai Kapuas, Kamis (19/8). Pembagian ini pun disambut antusiasme para anak dan 2 orang jompo. “Saya sangat senang dengan pembagian ini, terimakasih Rumah Zakat,” ucap Arif, salah satu penerima paket berbuka.

Sebanyak 70 paket buka puasa, dan 2 bingkisan jompo berhasil tersalurkan. “Program Berbagi Buka Puasa tahun kedua ini memang begitu mengesankan, banyak hal yang baru, yang dulu kami panitia hanya berdua, sekarang ramai, banyak yang membantu,” ujar Eva, Member Relationship Officer Rumah Zakat Pontianak.
Jumlah relawan pada pembagian paket kedua ini memang meningkat dari sebelumnya, mereka pun sangat menjalin kearaban dengan para anak. Anak-anak Sungai Kapuas ini memang terkenal dengan Anak Air, sebagian besar penduduk wilayah tepian Sungai Kapuas adalah pengayuh transportasi sungai dengan menggunakan sampan.***

Kamis, 19 Agustus 2010

PT SRIBOGA RATURAYA DUKUNG PROGRAM SENYUM RAMADHAN


SEMARANG. PT Sriboga Raturaya salah satu perusahaan terigu terbesar di Indonesia mendukung program Rumah Zakat dalam merangkai Senyum Ramadhan. Branch Manager Rumah Zakat cabang Semarang Kurnia Ariffianto mengungkapkan, bantuan nantinya akan disalurkan dalam bentuk 3,400 paket Berbagi Buka Puasa.

“Paket Berbagi Buka Puasa akan didistribusikan ke masyarakat Semarang terutama di wilayah ICD,” kata Arif di Semarang, Rabu (18/8).

Sebelumnya, Rabu siang (18/8) PT Sriboga Raturaya bersama Rumah cabang Semarang menandatangani MoU Program Senyum Ramadhan, nota kesepahaman ini ditandatangani Agus Parnadi, Corporate Officer PT Sriboga Raturaya dan Kurnia Ariffianto.***

Newsroom/Muhammad Zahron
Regional Jawa Tengah

http://rumahzakat.org/detail.php?id=7073&kd=B

Rabu, 18 Agustus 2010

AKSI KAMPUNG SEHAT DI BULAN RAMADHAN


KARAWANG. Puasa tidak menyurutkan upaya tim Kampung Sehat Peruri (KSP) untuk menjalankan aksi layanan kesehatannya. Kampung Sehat Peruri ini merupakan hasil kerjasama Peruri dengan Rumah Zakat. Dibawah koordinasi Rusdi Mulyo selaku Penanggung Jawab KSP, selama bulan Ramadhan ini tim KSP tetap beraktivitas seperti biasa, termasuk hari ini (Senin, 18/08).

Dengan tujuan Dusun Ragog, Ds. Kutanegera, Karawang, tim peruri yang terdiri dari 2 orang dokter, 2 perawat, 2 apoteker, dan 4 orang relawan kembali beraksi untuk memberikan berbagai layanan kesehatan mulai dari penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, penimbangan serta Pemberian Makanan Tambahan bagi balita.

Yang istimewa dari aksi KSP pada Ramadhan ini adalah di bagian penyuluhan kesehatan. Tema penyuluhan kesehatan yang diberikan yaitu seputar “Menjaga Kesehatan Selama Puasa”. Harapannya, masyarakat Karawang mendapatkan pengetahuan lebih tentang puasa dan mampu melakukan ibadah puasa dengan optimal, mulai dari menentukan menu sahur dan berbuka, merencanakan olahraga selama puasa, hingga bagaimana cara berpuasa bagi yang memiliki penyakit kronik, seperti diabetes mellitus.***

http://rumahzakat.org/detail.php?id=7071&kd=HE

Minggu, 15 Agustus 2010

KASMIRAN: RAMADHAN TAHUN INI TERASA LEBIH BAHAGIA


*

14-Agustus-2010

MEDAN. Penyaluran perdana untuk Bingkisan Jompo dan Keluarga Pra Sejahtera di wilayah Empowering Center Medan Sunggal dilakasanakan pada hari ini, Sabtu (14/8). Pada jam 10.00 WIB, sebanyak 30 Paket disalurkan kepada masyarakat yang mayoritas jompo, tepatnya di Jl. Balai Desa, Medan.

Wajah ceria terlihat dari wajah para penerima manfaat, bingkisan pun dapat dinikmati bersama keluarga di rumah. Rencananya, sore ini pun akan dibagikan paket Berbagi Buka Puasa yang akan dibagikan di Musholla dekat Empowering Center Sunggal.

“Saya sangat senang menerima bingkisan ini sehingga Ramadhan tahun ini terasa lebih bahagia,” ujar Kasmiran, salah satu nenek yang mendapat bingkisan. Bahkan Rumah Zakat pun mengantarkan langsung ke rumah 2 orang jompo yang tak mampu untuk berjalan. Bingkisan Jompo ini akan terus disebar ke beberapa ICD (Integrated Community Development) di Medan.***


Newsroom/Muhammad Anggara Mansyursyah
Medan

http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=7061&kd=B

SD JUARA; TETAP SEMANGAT DI BULAN RAMADHAN


14-Agustus-2010

CIMAHI. Mengawali sekolah di bulan Ramadhan, siswa Anak Juara tampak bersemangat untuk mengikuti pembelajaran, Jumat (13/8). Di luar Ramadhan, setiap Jumat para siswa mengawali sekolah dengan berolah raga dan ditutup dengan Pramuka.

Begitu pun ketika Ramadhan, mereka tetap mengikuti senam yang dipandu oleh Yudi selaku guru olah raga. Pola hidup sehat memang sangat diterapkan di SD Juara ini, kekompakan antara guru dan siswanya pun selalu terjalin.

Saat siang harinya pun mereka tetap mengikuti latihan Pramuka. Meski pun begitu, puasa mereka tetap terjaga. Di Ramadhan ini, tidak banyak yang berubah dari aktivitas mereka, yang berkurang adalah lamanya jam pelajaran.***

Newsroom/Suhud Syamsul Hakim
Cimahi

http://rumahzakat.org/detail.php?id=7057&kd=ED

Senin, 09 Agustus 2010

Karnaval Ramadhan dan Superbaksos Ramaikan Car Free Day Dago


Kawasan Car Free Day Dago di pekan terakhir sebelum masuk bulan Ramadhan semakin ramai dengan dikunjungi masyarakat yang menyaksikan berbagai acara. Rumah Zakat yang melibatkan 1500 member dari berbagai program ikut serta meramaikan dengan mengadakan Karnaval, panggung hiburan, perlombaan 17-an, tablig akbar dan Superbaksos dengan operasi pasar murah dan pelayanan kesehatan gratis.

Karnaval yang mulai sejak pukul 7 pagi mengambil start di taman cikapayang, dan menyusuri kawasan car free day, diikuti oleh siswa SD/SMP Juara, anak asuh rumah zakat dan masyarakat umum di kota Bandung.

Sementara itu dipanggung hiburan,, dengan wayang golek menjadi MC, serta penampilan sulap dan badut manambah keramaian area Dago. Panggung yang berada di depan kantor kas Dago ini cukup menarik perhatian masyarakat yang sedang melakukan aktivitas di car free day dago. Pada kesempatan itu pula Tabligh akbar menjadi salah satu rangkaian acara.

Begitu juga dengan layanan kesehatan banyak dikunjungi , khususnya pemeriksaan cek gula darah dan asam urat, dan pembagian paker PHBS (Program hidup Bersih dan sehat). Tidak sedikit para biker menyempatkan diri untuk diperiksa kesehatannya, mereka memeriksakan diri dalam mempersiapkan menghadapi bulan puasa.

Acara berakhir pukul 9.30 pagi karena jalan kembali dibuka untuk kendaraan bermotor, meski demikian pasar murah terus berlangsung dengan menyerdiakan 100 paket sembako.

oleh Yudi Juliana, RZ - Regional JABAR

Senin, 02 Agustus 2010

MERANGKAI PROSES


Oleh Ahmad Mutasim
Rumah Zakat-Cilegon



Kita sering mendengar ungkapan, “Yang penting proses, bukan hasil”. Ya, ungkapan tersebut memang wajar, karena memang tidak akan ada hasil tanpa proses yang berjalan untuk mencapainya. Tapi seringkali kita tidak benar-benar meresapi ungkapan tersebut dan tidak menyadari pentingnya sebuah proses. Kita pasti sudah mengenal Imam Bukhari. Ya, ulama yang kitab karyanya diakui oleh umat Islam sebagai kitab rujukan utama setelah Al-Qur’an Al-Karim. Al-Jami’ Ash-Shahih Al-Musnad yang lebih kita kenal dengan Shahih Bukhari. Ulama yang kapasitas keilmuannya dalam ilmu Jarh wa Ta’dil serta ‘Ilal Al-Hadits tak ada yang menyamainya.



Sadarilah, Imam Bukhari yang kita kenal sekarang adalah sebuah hasil. Dan tentu jika kita bicara hasil, ada sebuah proses yang perlu dijalani untuk mencapai hasil tersebut. Begitulah yang dijalani oleh Imam kita yang satu ini. Beliau tak serta merta bisa menghafal ratusan ribu hadits Rasulullah Saw. Beliau tak begitu saja mampu menghasilkan puluhan karya brilian yang sebagiannya sampai kepada kita. Sebelum Imam Bukhari, telah lahir juga seorang ulama luar biasa, penulis masterpiece Al-Umm dan Ar-Risalah, peletak dasar-dasar ilmu Ushul Fiqih, pendiri mazhab yang paling banyak diikuti sampai sekarang, Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i. beliau pun bergelar Nashir As-Sunnah wa Al-Hadits. Apakah guru dari Imam Ahmad bin Hanbal ini secara otomatis bisa memberikan fatwa di Masjidil Haram pada usia belasan tahun? Apakah murid Imam Malik bin Anas tersebut bisa melakukan puluhan istinbath hukum ketika menerima satu hadits tanpa sebuah proses panjang kehidupan sebelumnya? Jawabannya tentu tidak.



Kita tentu juga telah mengenal nama-nama seperti Umar bin Abdul Aziz, Harun Ar-Rasyid, Jalaluddin As-Suyuthi, Taqiyuddin Ibnu Taimiyah, Muhammad Al-Fatih, Jamaluddin Al-Afghani, Hasan Al-Banna dan Taqiyuddin An-Nabhani. Nama-nama besar dengan segudang prestasi. Mereka yang kita kenal sekarang adalah mereka yang telah menjadi sebuah hasil. Pertanyaan bagi kita, apakah mereka bisa mencapai prestasi tinggi tersebut tanpa bersusah payah menjalani sebuah proses? Mari kita belajar dari kehidupan orang-orang besar tersebut. Imam Bukhari sebelum dikenal sebagai seorang muhaddits terbesar, telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengumpulkan hadits shahih dari Rasulullah Saw. Beliau bersusah payah mengumpulkan hadits dari masyayikh di berbagai negeri Islam, kemudian menghafal, meneliti dan mentakhrijnya. Imam Syafi’i mendedikasikan dirinya untuk menuntut ilmu sehingga beliau menjadi orang yang paling faqih di masanya.



Beliau mendedikasikan dirinya untuk menuntut ilmu di tengah keterbatasannya. Beliau juga hidup berpindah-pindah dari satu negeri Islam ke negeri Islam yang lain untuk menggali ilmu dari para pemiliknya. Seperti itu juga yang dilakukan oleh nama-nama besar yang lain. Mereka tak akan sukses dan menjadi besar melampaui zaman tanpa adanya upaya keras dan bersusah payah untuk mencapai tujuan mereka. Kita perlu sadar bahwa kehidupan dunia ini bukan untuk orang yang senang berleha-leha kemudian memimpikan diri menjadi besar. Kehidupan dunia ini bukan untuk orang yang duduk santai sambil melamun kemudian berangan-angan mencapai kesuksesan. Kehidupan dunia ini bukan untuk mereka, kehidupan dunia ini adalah untuk kita. Untuk orang-orang yang berani meniti langkah demi langkah, menjalani sebuah proses dalam menggapai apa yang kita cita-citakan.



Ya, hasil bukanlah untuk kita sekarang. Hasil bagi seorang muslim adalah di akhirat nanti, ketika kita dihadapkan pada taman-taman kemilau yang sungai-sungai indah mengalir di dalamnya. Hasil adalah juga untuk orang-orang setelah kita, orang-orang yang akan menikmati karya kita dan meresapi jalan kehidupan kita. Tugas kita sekarang adalah merangkai proses.

Minggu, 01 Agustus 2010

SUKSESKAN SUPER BAKSOS 1431 H


oleh Renaldo, RZ - Regional Jakarta Raya Ti

Jakarta (02/08) Menolong itu menyenangkan, jika di realisasikan di kehidupan nyata, memang sangat menyenangkan, tidak ada yang bisa menandingi kebahagian seorang manusia ketika ia telah berbuat kebaikan untuk saudaranya, maka dari itu, mari kita gelorakan dan yakinkan bahwa Menolong Itu menyenangkan pesan Syarif Hidayat Program of Region Jakarta Raya Timur yang juga menjadi Ketua pelaksana Super Baksos tahun ini kepada kita semua, untuk saling berpacu untuk mensukseskan Super Baksos yang insya Allah akan di realisasikan pada Sabtu, 7 Agustus 2010 yang bertempat di Monumen Nasional Monas, pada pukul 06:00 WIB sd selesai. Dengan target 2000 orang.

Adapun Super Baksos 1431 H nanti akan menghadirkan beragam kebahagiaan, di antaranya, akan ada Karnaval sambut Ramadhan 1431 H oleh anak-anak asuh dan para member, aneka lomba, bagi yang mau belanja murah ada Bazar murah yang di sediakan panitia, bahkan sampai pengobatan gratis pun di gelar untuk mempersiapkan kesehatan pengunjung untuk memastikan kesehatannya untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan datang, nah yang satu ini acara yang tentunya sangat dinantikan para peserta super baksos yakni jalan sehat dengan di banjiri berbagai dorr prize diantaranya TV 21 inch, setrika, dispenser, kipas angin, magic com, sepeda, dan hand phone.

Mari kita sukseskan pencapaian Super Baksos 1431 H dengan usaha maksimal untuk membahagiakan banyak orang karena Menolong itu menyenangkan.

Kamis, 04 Maret 2010

Hari Baru

Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah. Jika tiba waktunya, sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa. Pagi hari, terdengar suara kokok ayam. Kita pun bangun. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Allah telah memberi kita hari baru. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan. Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah.

Di tengah kesibukan kita, sering kita lupa untuk menikmati keindahan pagi hari. Jangankan menikmati keindahan pagi, mengucapkan syukur atas kehadiran pagi maupun kehadiran diri kita di pagi itu pun terkadang terlupakan. Sering kali, kita begitu terlena dengan kenikmatan tidur ataupun sibuk mempersiapkan pekerjaan yang akan kita lakukan di siang hari, sampai-sampai kita lupa untuk mengucap syukur bahwa Allah memberi kita kesempatan. Ucapan, Alhamdulillah sudah merupakan bentuk optimisme bahwa hari ini dengan izin-Nya akan kita lalui dengan baik. Dengan Alhamdulillah kita telah mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, yaitu kenikmatan untuk dizinkan hidup satu hari lagi.

Bersinarnya matahari pagi membatasi dua periode waktu yang berbeda. Pertama adalah periode malam hari dan hari sebelumnya. Itulah waktu dimana apa yang sudah kita lakukan tidak mungkin akan kembali lagi. Waktu yang tidak perlu kita rindukan lagi kedatangannya, karena yang berlalu akan berlalu. Yang lain adalah periode waktu yang akan kita lalui ke depan. Itulah waktu yang perlu kita persiapkan dengan baik. Waktu dimana segala harapan dan impian masih luas terbentang di hadapan kita. Itulah waktu yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang sudah kita lalui. Akan tetapi tidak ada yang bisa memulai dari kemarin. Semua harus dilakukan dari sekarang.

Allah memberi kita suatu keajabaian kepada kita. Kejadian itu terjadi setiap hari di depan mata kita. tidak perlu menunggu setahun untuk berubah menjadi lebih baik. Tidak perlu menunggu hari-hari tertentu saja untuk menjadi baik. Karena sesungguhnya setiap hari Allah telah memberi harapan baru bagi kita untuk berusaha sebaik mungkin bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti. Lupakan yang lampau, mari kita lihat ke depan untuk menuju cita-cita yang selalu kita inginkan, yaitu ridha Allah.
"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.\\\" (Al Qur\'an Faathir:13)

 
Powered by Blogger